Blog
Surabaya 24 Hours

Bung Karno Arek Suroboyo : Pernah Tidak Naik Kelas dan Cinta Pertamanya pada Anak Tjokroaminoto

Perjalanan masa kecil Soekarno jarang dikupas di buku pelajaran siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama. Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno kecil pernah hidup berpindah-pindah (nomaden), pernah ganti nama saat usia 5 tahun, dan pernah tidak naik kelas. Yang paling menarik, cinta pertamanya pada anak sulung HOS Tjokroaminoto menjadi bahasan di Sekolah Kebangsaan. “Bapaknya Bung Karno itu seorang

Read More
Blusukan

Menyelami Sejarah di Museum Pendidikan Surabaya

Museum menjadi salah satu pilihan wisata edukasi di lingkungan kota. Tidak hanya sekedar jalan-jalan, para pengunjung bisa mengenal benda-benda peninggalan zaman dahulu yang bernilai sejarah tinggi. Salah satu museum di Kota Surabaya yang menjadi jujugan edukasi para pelajar yakni museum pendidikan. Museum pendidikan Surabaya didirikan di atas lokasi bersejarah bekas Sekolah Taman Siswa. Museum ini

Read More
Surabaya 24 Hours

Raih Perunggu, Surabaya Optimis Jadi Kota Ramah Pesepeda

Sebagai kota metropolitan, Surabaya sudah lama meraih berbagai penghargaan terkait isu lingkungan hidup. Surabaya juga sudah memiliki jalur sepeda di pusat kota. Sedikit demi sedikit, dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong, Surabaya semakin berkomitmen menjadi kota ramah pesepeda. Inilah yang menjadi topik Walikota Eri Cahyadi saat menerima penghargaan kategori perunggu di acara World Bicycle Day

Read More
Surabaya 24 Hours

DPRD Surabaya Acungi Jempol Pemkot Tebus Ijazah SMA hingga Rp 1,7 Miliar

Langkah Pemerintah Kota Surabaya yang menebus ijazah pelajar SMA/SMK hingga Rp 1,7 miliar disambut baik oleh banyak pihak. Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati mengapresiasi positif. Menurutnya, Walikota Surabaya Eri Cahyadi sangat konsisten menjalankan visi misi pemulihan ekonomi dan peningkatan pendidikan para pelajar. Sebelumnya, Ajeng menuturkan, pihak DPRD Surabaya sudah menampung banyak

Read More
Komen Warga

Merry Fitria 

Bersyukur bahwa murid kami mendapat kesempatan mengikuti Sekolah Kebangsaan. Materi di Sekolah Kebangsaan lebih detail dan lengkap, pemateri juga sangat komunikatif jadi murid makin tertarik dengan perjalanan Bung Karno sejak kecil. Jujur, materi sejarah di sekolah memang lebih general karena selama pandemi Covid-19 pertemuan tatap muka dipersingkat. Merry Fitria  (Guru PPKN SMPN 2 Surabaya)

Read More
Komen Warga

Rihab Muhyi Ulumy

Materi di Sekolah Kebangsaan berbeda dari materi sejarah di sekolah. Di Sekolah Kebangsaan materi lebih lengkap dan bahasanya menarik. Saya juga makin tertarik belajar sejarah di lokasi yang memiliki nilai historis seperti di Kantor Pos Kebonrojo. Rihab Muhyi Ulumy (Siswa Kelas 7A SMPN 2 Surabaya)

Read More
Komen Warga

Sylvi Mutiara 

Saya tiga hari mengikuti Sekolah Kebangsaan. Bagus banget konsepnya. Tujuannya supaya para generasi, anak-anak, para siswa ini tertarik dengan sejarah. Lebih bagus lagi kalau pemateri ini sesuai dengan jiwa anak-anak. Jadi proses belajar sejarah tidak monoton.  Next misalnya Sekolah Kebangsaan menjadi agenda rutin, anak-anak peserta Sekolah Kebangsaan bisa diajak menyusuri lokasi bersejarah. Belajar sejarah akan

Read More
Komen Warga

Zhafira Eka Nailah

Saya suka pelajaran sejarah. Nah, di Sekolah Kebangsaan ini saya jadi tahu lebih detail perjalanan Bung Karno. Materi yang paling membekas di ingatan saya, yakni Soekarno kecil tinggal nomaden dan pernah tidak naik kelas karena belum lancar berbahasa Belanda. Dua materi itu belum pernah dijelaskan di buku sejarah di sekolah. Sekolah Kebangsaan memberi saya kesempatan

Read More
Komen Warga

Qonita Humairo

Saya senang mendapat kesempatan mengikuti Sekolah Kebangsaan. Materi tentang masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno sangat melengkapi dari apa yang saya dapat di sekolah. Para pemateri juga sangat komunikatif bahasanya. Saya juga sangat tertarik dengan sejarah, apalagi bisa langsung bertemu dengan pemateri yang tahu detail mengenai seluk-beluk Kota Pahlawan. Karena selama pandemi, aktivitas belajar

Read More
Surabaya 24 Hours

Antisipasi Hepatitis Misterius, DPRD Surabaya Imbau Pelajar Bawa Bekal Makanan

Penyakit hepatitis akut yang misterius melanda beberapa negara termasuk Indonesia. Disebut misterius karena Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO belum mengetahui secara pasti apa penyebab penyakit ini. Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Khrisna berharap para pelajar membawa makanan sendiri dari rumah. “Sebaiknya mereka (pelajar) membawa makanan sendiri dari rumah, lebih higienis,” kata Pertiwi, Senin

Read More