Blog
Surabaya 24 Hours

Mahendra Dhatta – Mahasiswa

Untuk saya, merdeka berarti bisa melakukan apa yang saya inginkan tanpa harus takut mendapat komentar buruk dari orang lain.  Contoh yang saya alami adalah ketika orang lain mungkin akan meragukan keinginan saya untuk belajar di universitas yang saya inginkan. Saya tetap memilih untuk percaya diri, karena jika saya terbawa dan ragu, saya tidak akan menjadi

Read More
Blusukan

Omset Penjual Bendera Menurun, Imbas Pembagian Bendera Gratis?

Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia, para penjual bendera merah putih di Surabaya mengaku mengalami penurunan omset jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Salah satunya Rhorhesa, salah satu kios yang berlokasi di Kampung Bendera, Jalan Wonokromo Surabaya ini mengaku mengalami penurunan sebanyak 20 persen dibanding tahun 2022. “Tahun ini dapat pendapatan kotor 90-100

Read More
Perspektif

Kebun Raya Mangrove Surabaya Diresmikan Presiden ke 5 Republik Indonesia

Awalnya, dulu Presiden ke 5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyarankan tanaman cemara udang dijadikan sebagai peneduh Kenjeran, area pantai Surabaya. Kini bertepatan dengan hari Mangrove Internasional, kebun raya mangrove (KRM) di Gunung Anyar diresmikan oleh Megawati.  KRM Gunung Anyar merupakan kebun raya ke 45 di Indonesia. Namun, KRM Gunung Anyar adalah satu-satunya yang bertema mangrove

Read More
Profil Dewan

Tekankan Jangan Ada Siswa Putus Sekolah

Nama Cahyo Siswo Utomo memang baru di lingkungan DPRD Surabaya. Namun, sejak dilantik menjadi anggota DPRD Surabaya di tahun 2021 menggantikan almarhum Ibnu Sobir, lulusan magister Universitas Narotama ini rajin turun ke lapangan. Namanya kian akrab di masyarakat.  Baru dua tahun menjadi legislator, politisi PKS ini sudah mengantongi nama-nama warga yang kiranya membutuhkan intervensi dari

Read More
Komen Warga

Untung Subroto – Wirausaha (Wali Murid)

Menurut saya sistem ini perlu dievaluasi sih. Betul memang memudahkan akses siswa, dan ada pemerataan pendidikan. Gak ada tumpang tindih sekolah favorit dan nggak favorit. Tapi kasihan anak-anak pandai yang tidak berhasil masuk sekolah yang diinginkan. Maka lebih baik jika ada jalur tes masuk saja dalam penerimaan siswa ini. 

Read More
Komen Warga

Artha Suryaningtyas – Wirausaha (Wali murid)

Saya lebih setuju jika ada sistem point ya. Karena berdasarkan pengalaman saya sendiri, jarak rumah saya ke SMPN terdekat hanya 800 meter, namun anak saya tetap tidak bisa ikut jalur zonasi. Maka perlu ditinjau lagi ini untuk kebijakan zonasinya.  Akan lebih baik jika ada sistem penghitungan point berdasarkan jarak rumah dan juga besaran nilai, dua

Read More
Komen Warga

Kiki Malvina – Ibu Rumah Tangga (Wali Murid)

Perlu dievaluasi ya sistem zonasi ini. Jujur karena sistem zonasi, kedua anak saya yang secara nilainya bagus, tetap tidak berhasil masuk sekolah negeri yang diingini. Jadi harapan saya, hitung jugalah nilainya, diperingkatkan lagi point-pointnya agar lebih adil. Bukan hanya tentang jarak rumahnya saja. 

Read More
Komen Warga

Aniek Kuswoyo – Ibu Rumah Tangga (Wali Murid)

Kalau saya setuju sebenarnya dengan kebijakan zonasi, meskipun masih tetap ada sisi baik dan tidak baik. Untuk sisi baik, pelajar yang tempat tinggalnya dekat dengan sekolah akan mendapatkan kemudahan dalam akses pendidikannya. Dan kurang baiknya adalah ketika anak yang pandai belum tentu langsung keterima di sekolah negeri.  Namun, sebenarnya masih ada jalur prestasi bagi siswa-siswa

Read More
Komen Warga

Lilik – Ibu Rumah Tangga (Wali Murid)

Menurut saya kebijakan zonasi ini masih banyak kurangnya, sih. Dengan adanya jalur masuk ini, anak-anak yang rumahnya dekat dengan fasilitas sekolah negeri jadi lebih malas belajar. Cara berpikir mereka kan sudah pasti keterima di sekolah bagus karena lokasi rumahnya dekat, jadi mereka merasa aman-aman saja tanpa kerja keras belajar. 

Read More
Surabaya 24 Hours

Surabaya Raih Predikat Tertinggi Kota Layak Anak (KLA) dari Seluruh Indonesia

Kota Surabaya kembali raih kategori utama Kota Layak Anak (KLA) 2023. Di tahun ini, Kota Pahlawan berhasil meraih nilai setinggi 895 poin. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Indonesia I Gusti Ayu Bintang, kepada Wali Kota Eri Cahyadi di Semarang pada Sabtu (22/7/2023). Kota Pahlawan dinilai telah menerapkan sistem

Read More