June 25, 2024
Jalan Yos Sudarso No. 18 - 22 Surabaya
Profil Dewan

Tjutjuk Supariono, Anak Dari Pasukan Kuning yang Kini Menjadi Wakil Rakyat

Nama Tjutjuk Supariono mungkin masih terbilang baru di belantikan politik Kota Surabaya. Menjadi Anggota DPRD Surabaya periode 2019-2024 memang baru kali pertama ia jabat. Meski begitu, Tjutjuk Supariono termasuk salah satu anggota legislator yang cukup vokal memperjuangkan rakyat. 

Melenggangnya seorang Tjutjuk Supariono ke kursi legislatif di tahun 2019 lalu cukup mengejutkan. Bagaimana bisa anak pasukan kuning atau petugas kebersihan bisa menjadi wakil rakyat? Dari partai baru pula, yakni Partai Solidaritas Indonesia. Sosok Tjutjuk yang bisa menjabat sebagai wakil rakyat tidak hanya mengejutkan, tapi juga membawa harapan. Terutama bagi mereka yang terlahir tanpa privilese ekonomi maupun relasi dari orang tua, nyatanya bisa terpilih menjadi anggota DPRD.

Ya, Tjutjuk Supariono lahir dan dibesarkan di keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya hanyalah seorang petugas kebersihan atau biasa disebut sebagai pasukan kuning. Dengan penghasilan seadanya, praktis kehidupan keluarga kecil itu sangat pas-pasan. Bahkan, saat Tjutjuk kembali mengingat kehidupannya kala itu, ia mengatakan bisa makan untuk satu hari itu saja sudah sangat bersyukur.

“Saat saya masih kecil, bapak saya sering membawa pulang pinggiran roti tawar yang beliau dapat secara gratis dari toko roti. Itu yang biasa saya makan dulu,” tuturnya.

Ia melanjutkan, toko-toko roti biasanya akan memotong pinggiran roti tawar sebelum mengemas dan menjualnya ke konsumen. Pinggiran roti itulah yang diberikan secara gratis pada orang-orang yang memintanya, salah satunya adalah ayah Tjutjuk. Melihat ayahnya pulang membawa bungkusan berisi pinggiran roti tawar saja sudah membuat Tjutjuk kecil merasa kegirangan.

Meski hidup penuh kekurangan, Tjutjuk tumbuh dengan rasa sosial begitu kuat. Sejak di

bangku sekolah, ia sudah mengikuti beragam organisasi. Ia juga kerap terjun menjadi relawan

kemanusiaan membantu daerah-daerah yang mengalami bencana alam. Tidak hanya di bidang

kemanusiaan, Tjutjuk juga aktif di organisasi pendidikan. Ia terdaftar sebagai salah seorang pembina di Pusat Pengembangan Anak Compassion Surabaya kala itu.

“Itu lembaga yang memiliki visi untuk mengentaskan anak-anak dari kemiskinan, menjamin pendidikan, serta membina mereka untuk meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia sangat cocok saat bertugas di Komisi D DPRD Surabaya yang membidangi kesejahteraan rakyat. Baginya, ini adalah kesempatan untuk mengabdikan diri agar masyarakat Surabaya terbebas dari kesengsaraan himpitan hidup. 

    X