Surabaya 24 HoursOkupansi Hotel di Surabaya Capai 80% Pasca Pencabutan PPKM, PHRI Optimis Akan...

Okupansi Hotel di Surabaya Capai 80% Pasca Pencabutan PPKM, PHRI Optimis Akan Terus Naik

Koordinator Wilayah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (Korwil PHRI) Surabaya, Puguh Sugeng Sutrisno, sebut okupansi hotel di Kota Pahlawan telah mencapai 80% sejak pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan. Menurutnya, tingkat hunian ini telah mulai meningkat sejak momen natal dan tahun baru tiba. 

“Pastinya kami sangat bersyukur atas di cabutnya PPKM. Selama 2 tahun akibat pandemi pariwisata ibaratnya hidup segan matipun tak mau. Maka saat mulai pencabutan PPKM, tingkat hunian hotel sudah mulai bergerak naik meski belum terlalu signifikan jika dibanding sebelum pandemi. Rata-rata sekarang sudah 80% tingkat huniannya.” Jelasnya ketika dihubungi asumsivirtual pada Kamis (19/01/2023). 

Tak hanya berdiam dan “tunggu bola”, Puguh mengaku pihaknya bergegas siapkan banyak perayaan dan promo menarik untuk memikat calon pelanggan, begitu mendengar kabar pencabutan PPKM akan diberlakukan. 

“Begitu mendengar PPKM dicabut, beberapa anggota PHRI langsung tancap gas bikin event NATARU karena itulah saat yang tepat untuk mencari revenue hotel & restoran sebanyak- banyaknya.”

Lebih lanjut, Puguh juga menyampaikan bahwa meski PPKM telah dicabut beberapa protokol kesehatan tetap akan terus dilaksanakan. Menurutnya, beberapa service khusus juga masih diberlakukan sesuai dengan aturan dari masing-masing hotel dan restoran. Sepakat dengan Puguh, Mona Cella Cluster Director Marcom Vasa Hotel, juga menerangkan bahwa keamanan setiap tamu dan pengunjungnya adalah salah satu prioritas bagi Vasa Hotel. 

“Protokol masih dijalankan namun tidak seketat dulu. Karyawan garda depan masih menggunakan masker pada saat menyambut tamu, sedangkan cek suhu sudah tidak kami berlakukan. Pembatasan penggunaan meeting room yang semula dengan jarak 1,5meter, kini kami kembalikan seperti sedia kala. Selain itu, kami juga masih menyediakan service khusus dengan tetap memberikan staff incharge yang selalu menggunakan sarung tangan di setiap stall makanan agar tetap hygienis.” Jelas Mona.

Momen pencabutan PPKM ini dianggap Puguh dan Mona akan menjadi titik balik bagi dunia pariwisata di Surabaya. Keduanya juga berharap banyak perhelatan besar di Surabaya dapat berjalan lancar, sehingga dunia pariwisata termasuk hotel dan restoran terdampak positif pula.

“Di tahun 2023 ini kami berharap dunia pariwisata segera pulih dan semakin meningkat. Kami tetap optimis. Dan semoga semua event besar yang direncanakan di Surabaya, seperti piala dunia U-20, dan lain-lain bisa berjalan lancar.” tutup Puguh. 

konten eksklusif

- Advertisement -Newspaper WordPress Theme

Artikel terbaru

Berita terkait