Isi Jabatan Sekretaris, Kehadiran Anas Karno Diharap Dukung Kinerja Komisi A
Dinamika Dewan

Isi Jabatan Sekretaris, Kehadiran Anas Karno Diharap Dukung Kinerja Komisi A

Komisi A DPRD Kota Surabaya menyambut kehadiran Anas Karno sebagai anggota baru yang masuk melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Dalam rapat internal, Anas Karno secara mufakat ditunjuk sebagai Sekretaris Komisi A menggantikan Syaifuddin Zuhri.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mengatakan seluruh pimpinan dan anggota komisi menyambut positif bergabungnya Anas Karno. Penunjukan tersebut juga merupakan bagian dari kebijakan internal Fraksi PDI Perjuangan.

“Seluruh pimpinan dan anggota Komisi A sangat welcome dengan kehadiran Pak Anas Karno sebagai anggota DPRD Kota Surabaya melalui PAW. Dan secara mufakat, beliau ditugaskan sebagai Sekretaris Komisi A,” kata Yona, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, posisi sekretaris sebelumnya diisi Syaifuddin Zuhri yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya definitif menggantikan almarhum Adi Sutarwijono. Dengan bergabungnya Anas Karno, komposisi anggota Komisi A kembali lengkap.

Yona menilai pengalaman Anas Karno sebagai legislator senior menjadi nilai tambah bagi kinerja komisi. Diketahui, Anas telah beberapa kali menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya.

“Beliau adalah pemain lama dengan pengalaman luar biasa. Ini tentu sangat berharga untuk mendukung kinerja Komisi A,” katanya.

Lebih lanjut, politisi Gerindra ini optimistis kehadiran Anas Karno akan meningkatkan semangat kerja anggota komisi, terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran.

“Insyaallah ke depan kami akan lebih semangat dan kinerja Komisi A bisa semakin baik,” tambahnya.

Terkait proses penunjukan, Yona mengakui sempat terjadi dinamika dalam pembahasan internal. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan hal wajar dalam forum politik.

“Diskusi berjalan hangat dan baik. Perbedaan perspektif itu biasa, apalagi kami semua adalah pelaku politik. Yang terpenting, semuanya sepakat untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Anas yang kini mengemban jabatan struktural di komisi tidak ingin terburu-buru. Ia memilih langkah awal yang lebih realistis. Yakni beradaptasi dan membaca situasi sebelum mengambil langkah strategis.

“Ini kan baru mulai setelah paripurna tadi. Yang terpenting menjalankan tugas pokok dan fungsi kedewanan di Komisi A, sambil mengikuti mitra kerja dari dinas-dinas terkait,” kata Anas usai pelantikan.

Sebagai wajah baru di Komisi A, Anas mengakui perlu waktu untuk menyesuaikan diri, baik dengan anggota komisi maupun isu-isu yang sudah berjalan. Apalagi, kinerja komisi saat ini telah berlangsung hampir satu setengah tahun.

“Saya rasa penyesuaian dulu dengan teman-teman. Kan baru masuk hari ini, jadi kita mengakrabkan diri dulu, memahami kondisi yang sudah berjalan,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan tidak datang tanpa bekal. Anas mengaku sudah memiliki gambaran awal terkait isu-isu pemerintahan yang menjadi ruang kerja Komisi A.

Namun, ia memilih untuk tidak terburu-buru mengeksekusi sebelum memahami kondisi secara utuh.

“Sudah ada bayangan, tapi kita lihat sambil berjalan. Nanti hal-hal apa yang perlu dikaji dan diselesaikan, itu akan kita lakukan,” imbuhnya.

Sikap tersebut mencerminkan pendekatan bertahap yang dipilih Anas dalam mengawali masa tugasnya. Ia tidak ingin gegabah, melainkan memastikan setiap langkah diambil berdasarkan pemahaman yang matang.

“Yang jelas, kita mengikuti kondisi yang sudah berjalan. Nanti sambil jalan, kita lihat apa yang perlu diperbaiki dan diperkuat,” pungkas Anas. (Nor)

    Leave feedback about this

    • Quality
    • Price
    • Service

    PROS

    +
    Add Field

    CONS

    +
    Add Field
    Choose Image
    Choose Video