May 20, 2024
Jalan Yos Sudarso No. 18 - 22 Surabaya
Komen Warga

Dr. Syafrida N. Febriyanti, M.Med.Kom, Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur

Kita tidak perlu panik kalau mendengar berita tentang prediksi lonjakan inflasi 2023. Toh itu baru sebatas ramalan. Namun, tidak ada salahnya mempersiapkan dana darurat dan membatasi pengeluaran keuangan.

Sebagai warga yang baik, kita harus terus termotivasi dan bekerja memberikan yang terbaik sesuai profesi kita. Kepanikan karena ramalan inflasi hanya akan menimbulkan keresahan dan demotivasi kerja. Yang musti kita pikirkan yakni menekan resiko buruk bila resesi benar-benar terjadi.

Pertama, kita musti mempersiapkan dana darurat. Setidaknya, setiap bulan kita mampu menyisihkan 10 hingga 25 persen dari penghasilan untuk dana darurat. Caranya yakni mengurangi pembelian barang/jasa yang bersifat konsumtif. Misalnya berhenti merokok, mengurangi membeli makanan instan yang mengandung gula tinggi, mengurangi scrolling online shop sehingga terhindar dari lapar mata untuk membeli barang yang sebenarnya kita tidak benar-benar membutuhkannya.

Selanjutnya, kita mungkin bisa fokus meng-upgrade ketrampilan diri kita. Hal ini kita lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan PHK besar-besaran sebagai akibat resesi yang menjadi kenyataan. Sebagai masyarakat kelas pekerja, kita tidak boleh terlena dengan zona nyaman saat ini. Investasi utama yang bisa kita siapkan adalah meningkatkan dan mengasah ketrampilan dan passion kita. Kita bisa mengikuti kelas-kelas pelatihan yang gratis maupun berbayar. Manfaatkan hal itu, sehingga terjadi maupun tidak terjadi resesi, hal tersebut pasti memberi dampak baik bagi masa depan kita. Ketrampilan tambahan tersebut dapat memberikan peluang bagi kita untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan sampingan.

Langkah ketiga yang bisa kita lakukan adalah meluaskan koneksi. Jangan membatasi pertemanan, carilah jaringan seluas-luasnya dari berbagai kalangan. Tujuannya adalah membuka peluang jika usaha atau pekerjaan kita terhambat karena resesi. Jalin relasi yang baik dan tebarkan energi positif. Yang terpenting, saling tolong-menolong dalam menghadapi kesulitan akan membuat kita juga tertolong saat menghadapi kesulitan.

Dr. Syafrida N. Febriyanti, M.Med.Kom, Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur

    X