Agus Mashuri Usul Kemajuan Wisata Pakal
Profil Dewan

Agus Mashuri Usul Kemajuan Wisata Pakal

Kendala utama pengembangan kawasan wisata di wilayah Pakal, Surabaya Barat menjadi perhatian. Anggota Komisi D DPRD Surabaya Agus Mashuri menuturkan, kawasan hutan kota Pakal hingga wisata off-road perlu ditunjang dengan akses jalan memadai menuju wisata.

Agus menegaskan bahwa potensi kawasan wisata di wilayah Pakal, Surabaya Barat masih harus dikembangkan. Buruknya akses menuju lokasi menjadi kendala utama yang membuat kawasan tersebut belum mampu menarik lebih banyak wisatawan maupun komunitas.

Menurut Agus, kawasan Hutan Kota Pakal 1 dan Hutan Kota Pakal 2 sejatinya telah dikembangkan oleh pemerintah melalui dinas terkait. Bahkan, berbagai kegiatan dan event komunitas sudah beberapa kali digelar di kawasan tersebut, termasuk arena offroad dan kegiatan komunitas mobil remote control.

“Di sana sudah ada wisata offroad. Bahkan event komunitas juga sudah sering digelar. Potensinya sebenarnya sangat bagus untuk dikembangkan agar semakin ramai dikunjungi masyarakat,” ujar Agus, Jumat (17/7/2026).

Meski demikian, Agus menilai persoalan utama yang harus segera diselesaikan adalah akses menuju lokasi wisata. Kondisi jalan yang belum memadai membuat masyarakat enggan berkunjung.

“Masalahnya hanya akses masuknya saja yang kurang memadai. Kalau akses jalannya dibenahi dan ditata dengan baik, saya yakin pariwisata di Pakal bisa berkembang dan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini pengunjung hanya memiliki satu jalur utama untuk menuju kawasan wisata tersebut, yakni melalui kawasan Gelora Bung Tomo (GBT). Selain itu, area parkir juga belum tersedia secara layak sehingga kendaraan pengunjung masih dititipkan di lahan yang dikelola warga di sekitar rel kereta api.

“Kondisi sekarang tempat parkir belum ada. Yang ada dikelola warga di pinggir rel kereta api. Ini tentu kurang nyaman bagi pengunjung,” jelasnya.

Agus mengungkapkan, pembenahan akses sebenarnya tidak membutuhkan pembangunan dalam skala besar. Menurutnya, hanya diperlukan penyelesaian akses jalan sepanjang sekitar 200 hingga 300 meter agar kendaraan dapat langsung menuju kawasan Hutan Kota Pakal 2.

“Kalau akses dari arah timur itu diselesaikan, tinggal sekitar 200 sampai 300 meter sudah tembus ke Hutan Kota 2. Ini yang menurut saya perlu menjadi perhatian pemerintah,” ucapnya.

Legislator Komisi D itu juga meminta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya bersama perangkat daerah terkait untuk kembali mengevaluasi pengembangan kawasan wisata Pakal agar tidak berhenti pada penyelenggaraan event semata, tetapi juga didukung infrastruktur yang memadai.

Ia meyakini, setelah akses jalan diperbaiki, berbagai komunitas akan lebih mudah memanfaatkan kawasan tersebut sebagai lokasi kegiatan, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Yang paling penting akses jalannya dulu dibenahi. Setelah itu saya yakin wisata di Pakal akan semakin ramai. Komunitas-komunitas juga akan datang, event bisa lebih sering digelar, dan dampaknya tentu baik bagi ekonomi masyarakat maupun PAD Surabaya,” pungkas Agus. (Nor)

    Leave feedback about this

    • Quality
    • Price
    • Service

    PROS

    +
    Add Field

    CONS

    +
    Add Field
    Choose Image
    Choose Video