Ruang publik bukan sekadar tempat terbuka bagi warga untuk bertemu dan berinteraksi. Lebih dari itu, ia adalah representasi wajah kota. Semakin bagus, maka menjadi cerminan komitmen pemerintahnya untuk menghadirkan ruang publik yang nyaman.
Komitmen kuat itu yang dihadirkan Pemerintah Kota Surabaya melalui rampungnya revitalisasi Skate & BMX Park Kalimas di kawasan Ketabang pada triwulan pertama di tahun 2026 ini.
Fasilitas olahraga tersebut kini hadir dengan wajah baru yang lebih representatif, aman, dan sesuai standar permainan skateboard maupun BMX. Komunitas skateboard dan BMX pun menjadikan tempat ini seperti ‘rumah’ yang menyenangkan. Tempat yang bikin rindu datang ke sana.
Bagi yang belum tahu, hadirnya wajah baru Skate & BMX Park Kalimas itu bermula dari kunjungan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ke lokasi beberapa waktu silam. Saat itu, kondisi skatepark dinilai belum memenuhi standar dan kurang layak digunakan oleh para skateboarder maupun BMX rider.
“Waktu Pak Wali datang ke lokasi bersama Disbudporapar dan komunitas, kondisi skatepark masih sangat terbatas. Secara visual tertutup, lintasannya tidak sesuai standar, dan kurang nyaman digunakan. Padahal, kawasan Kalimas ini memiliki potensi besar sebagai ruang publik dan kawasan wisata,” jelas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Iman Kristian kepada awak media.
Dari kunjungan tersebut, Wali Kota Eri kemudian mengarahkan agar skatepark tidak hanya diperbaiki secara fisik, tetapi juga dikonsep ulang agar benar-benar berfungsi sebagai arena olahraga sekaligus ikon kawasan. Salah satu poin utama adalah membuka visual skatepark ke arah sungai sehingga aktivitas di dalamnya dapat terlihat dari berbagai sudut kawasan Kalimas.
“Pak Wali Kota menginginkan skatepark ini terintegrasi dengan sungai, jadi bukan sekadar tempat bermain, tapi juga menjadi bagian dari wajah kota. Orang lewat bisa melihat aktivitas skateboard dan BMX, sehingga kawasan ini terasa hidup,” jelasnya.
Lantas, DPRKPP Surabaya pun mulai melakukan proses perencanaan dengan melibatkan komunitas secara langsung. Ada musyawarah dua arah. Ada tukar pikiran yang konstruktif. Ada ekspektasi yang didengar. Semuanya untuk memastikan desain dan konsep yang diterapkan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna. Pemkot Surabaya tidak ingin membangun fasilitas berdasarkan asumsi semata, melainkan menggali kebutuhan riil para pengguna.
“Kami duduk bersama komunitas skateboard dan BMX, menggali ekspektasi mereka, gaya bermain, jenis obstacle yang dibutuhkan, sampai standar keselamatan. Dari situ, kami susun desain dan konsep revitalisasinya,” ujar Iman.
Revitalisasi tersebut mencakup pembaruan desain area obstacle, penambahan delapan lintasan baru, peningkatan pencahayaan, mural, hingga penataan visual agar skatepark terintegrasi dengan kawasan sungai Kalimas. Dengan konsep ini, skatepark tidak hanya menjadi arena latihan, tetapi juga bagian dari penguatan ruang publik berbasis waterfront di pusat kota.

Dirancang sesuai standar permainan professional
Hasilnya, meskipun jenis fasilitas secara umum masih sama, seluruh lintasan dan obstacle kini dirancang ulang sesuai standar permainan profesional. Jika sebelumnya skatepark lebih bersifat atraksi visual, kini benar-benar difungsikan sebagai arena bermain dan latihan yang layak.
“Dulu lintasannya kurang sesuai, ada yang terlalu besar, ada yang transisinya tidak nyaman. Sekarang semuanya disesuaikan, baik dari segi ukuran, kemiringan, maupun alurnya. Jadi lebih aman, lebih nyaman, dan sesuai karakter skateboard serta BMX,” terangnya.
Perubahan paling menonjol adalah kehadiran fasilitas bowl yang menjadi yang pertama di Surabaya. Bowl ini diadaptasi dari konsep skatepark di Bali yang dinilai berhasil menarik minat komunitas.
“Kami melihat di Bali konsep bowl sangat diminati. Karena di Kalimas tersedia ruang yang cukup, maka konsep tersebut kami terapkan di sini. Harapannya, bukan hanya skateboarder Surabaya, tapi juga dari daerah lain di Jawa Timur bisa datang dan menjadikan Kalimas sebagai titik kumpul,” ungkapnya.
Iman menegaskan bahwa revitalisasi Skate & BMX Park Kalimas bukan hanya ditujukan untuk kepentingan olahraga, tetapi juga berdampak pada penguatan fungsi sosial kawasan.
“Ini sejalan dengan visi Pak Wali untuk menghidupkan kawasan Kalimas sebagai waterfront city. Seperti Clarke Quay di Singapura, kawasan tepi sungai bisa menjadi ruang publik yang ramai, aman, dan produktif. Skatepark ini salah satu pemicunya,” ujarnya.
Dia menambahkan, Pemkot Surabaya berencana menambah berbagai aktivitas dan fasilitas pendukung di kawasan Kalimas agar semakin atraktif dan menjadi destinasi baru warga untuk beraktivitas, berolahraga, sekaligus berekreasi di ruang terbuka kota.
Salah satu skateboarder Surabaya, Eddo, menyebut kondisi skatepark saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dia mengenang, dulu fasilitasnya masih terbatas dan kurang optimal, padahal lokasinya di tengah kota.
“Sekarang sudah sangat bagus, apalagi ada bowl yang sepertinya pertama di Jawa Timur. Teman-teman skateboarder bisa datang ke Surabaya untuk mencoba,” kata Eddo.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Eri atas revitalisasi skatepark tersebut. “Skatepark-nya sudah proper, obstacle-nya lengkap dan layak, terima kasih Pak Eri. Pesan saya untuk teman-teman, mari kita jaga fasilitas ini bersama. Untuk adik-adik, jangan lupa pakai perlengkapan keselamatan,” ujarnya.



Leave feedback about this