Kondisi ruang sidang paripurna DPRD Surabaya yang terkesan ‘jadul’ menuai kritikan. Ketua Komisi A Yona Bagus Widyatmoko sebut ruang sidang paripurna tersebut mengalami ketertinggalan fasilitas teknologi.
Sindiran tajam ini diungkapkan Yona sebab, beberapa ruang sidang parlemen daerah lain sudah dilengkapi dengan videotron. Menurutnya, keberadaan layar videotron penting dalam mendukung jalannya persidangan agar lebih transparan, interaktif dan efisien.
“Kita harus malu, kalau masih ada rasa malu di DPRD kota atau kabupaten lain rata-rata ruang sidang paripurna sudah menggunakan Videotron,” kata Yona, Rabu (9/7/2025).
Sebagai kota metropolitan dan pusat pemerintahan di Jawa Timur, Surabaya harusnya tidak tertinggal dalam urusan fasilitas digital.
Politisi Gerindra ini menyebutkan, fasilitas layar videotron bukan semata-mata untuk prestise. Tapi fasilitas tersebut sudah menjadi kebutuhan ketika rapat atau sidang untuk menampilkan materi yang lebih cepat, jelas dan efektif.
“Dibandingkan dengan proyektor LCD, videotron lebih caper, jelas dan efektif untuk menampilkan materi rapat,” terang Yona.
Ia membandingkan dengan beberapa DPRD di kabupaten lain. Termasuk kota/kabupaten dengan anggaran lebih kecil, justru mereka lebih dulu menggunakan videotron di ruang sidang paripurna.
“Kira tahu jika ruang paripurna bukan hanya untuk kedewanan atau internal dewan. Tetapi sering juga kita mengundang tamu eksternal dalam rapat-rapat khusus,” tegas pria yang akrab disapa Cak Yebe ini.
Saat ini ruang sidang paripurna DPRD Surabaya masih menggunakan layar berupa TV di samping kiri dan kanan proyektor konvensional. Peralatan ini sering tidak optimal dalam menampilkan data dengan jelas. Terutama saat sidang berlangsung siang hari atau saat materi mengandung elemen visual yang detail.
Yona berharap besar kritikan ini dapat ditindaklanjuti. Ia ingin DPRD Surabaya tidak tertinggal dari sisi fasilitas kerja legislatif. Hal ini sekaligus menunjukkan komitmen modernisasi dan transparansi kepada publik. (Nor)



Leave feedback about this