June 25, 2024
Jalan Yos Sudarso No. 18 - 22 Surabaya
Dinamika Dewan

Dukung Pergerakan Ekonomi Ala Anak Muda, DPRD Surabaya Buka Event Indonesia Vintage Festival 4

Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono beserta rombongan Komisi D DPRD Surabaya membuka event Indonesia Vintage Festival 4, Jumat (23/9/2022). Menjadi bukti bahwa DPRD Surabaya senantiasa mendukung pergerakan warga Surabaya demi memulihkan kembali perekonomian Kota Pahlawan.

Indonesia Vintage Festival merupakan ajang pertemuan kolektor dan komunitas barang antik se-Indonesia hingga manca negara. Event ini diinisiasi oleh anak-anak muda di Surabaya sejak tahun 2019 lalu. 

Event Indonesia Vintage Festival ke 4 ini digelar pada 23-24 September 2022. Bertempat di Surabaya Town Square (Sutos), sebanyak total kurang lebih 140 lapak barang antik memamerkan koleksinya. 

Usai membuka acara, rombongan DPRD Surabaya berkeliling untuk melihat barang-barang antik di sini. Mulai dari sepeda kuno, mobil dan motor antik, lukisan, foto-foto jadul, hingga beragam pernak-pernik lawas lainnya ada di sini. 

“Ada banyak barang-barang antik dan kuno di sini. Kami tadi bahkan sempat naik mobil antik dari gedung DPRD Surabaya ke sini. Hobi itu memang menyatukan segalanya. Seperti ini, beragam komunitas berkumpul, berkolaborasi menciptakan sebuah event besar seperti ini,” ujar Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.

Adi mengapresiasi para anak muda Surabaya yang bisa menggelar Indonesia Vintage Festival. Sebab, selain skala event tersebut bisa mendatangkan kolektor dari luar negeri, kegiatan ini juga selaras dengan semangat Surabaya yang ingin bangkit pasca pandemi Covid-19.

“Seperti ini kan pasti ada perputaran ekonomi di dalamnya. Mudah-mudahan ke depannya ada banyak lagi anak-anak muda yang kreatif dan bisa membuat event-event seperti ini,” imbuhnya.

Selaras dengan hal itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah berharap dengan adanya event ini, Surabaya bisa menjadi kota ramah pemuda sekaligus membangkitkan kembali perekonomian pelaku usaha barang antik.

“Semangat kegiatan ini yakni, untuk mendukung dan memaksimalkan kreatifitas di kalangan anak muda dan komunitas. Supaya Kota Surabaya ke depan dapat maju, tumbuh lebih baik dengan dukungan dan peran serta dari anak-anak muda yang hebat,” ujar Khusnul

 Sementara itu, Founder Indonesia Vintage Festival, Firman Angga menjelaskan bahwa ajang ini merupakan jembatan antara kolektor dan pedagang barang antik se-Indonesia. Tidak hanya sekadar menyediakan tempat jualan, namun juga mengundang banyak kolektor barang antik baik dari dalam maupun luar negeri.

Selama tiga hari belangsung, Angga menargetkan setiap pedagang bisa menjual setidaknya 50 persen dari barang antik yang dipamerkan. Terkait omzet, Angga mengatakan tidak bisa serta merta dipukul rata. Sebab, barang antik tidak memiliki patokan harga pasar.

“Semakin unik, kuno, dan memiliki nilai sejarah, semakin mahal harganya. Seperti vespa putih yang dipajang di depan pintu masuk tadi, itu harganya Rp 500 juta. Lalu vespa kuning sebelahnya, bisa mencapai Rp 1,5 miliar,” ujarnya kepada Sidoarjonews.id.

Semula, ajang yang pertama kali digelar pada tahun 2019 ini berencana akan mengadakan kegiatan di kota berbeda setiap tahunnya. Mulai dari Surabaya, Solo, Semarang, Bandung, Jakarta, Jember, Bogor, Cirebon, Jogjakarta, Salatiga, Banyuwangi, dan Bali. Namun, dikarenakan pandemi yang melanda, memaksa Angga mengembalikan event ini di Surabaya.

“Pertama tahun 2019 kan di Surabaya, lalu tahun 2020 di Solo dan tahun lalu di Semarang. Nah, karena pandemi saya jadi susah mengontrol kalau harus digelar di kota yang jauh. Jadi saya kembalikan lagi ke Surabaya,” jelasnya.

    X