DPRD Surabaya Temukan Pelanggaran di Proyek Renovasi Dua Puskesmas Senilai Rp 13,6 Miliar
Dinamika Dewan

DPRD Surabaya Temukan Pelanggaran di Proyek Renovasi Dua Puskesmas Senilai Rp 13,6 Miliar

Komisi D DPRD Surabaya menggelar inspeksi mendadak di dua puskesmas yang sedang direnovasi. Renovasi Puskesmas Manukan Kulon yang dikerjakan CV Reno Abadi (domisili Malang) dengan anggaran Rp 5,6 miliar seharusnya selesai akhir November ini.

Proyek renovasi tersebut diberi tambahan waktu 20 hari. Namun ketika disidak tanggal 19 Desember, masih banyak pekerjaan tertinggal.

Anggota Komisi D mengkritik pemilihan kontraktor dari Malang, padahal banyak kontraktor yang ada di Surabaya. Lebih lanjut, proyek ternyata disubkonkan lagi ke CV Pusaka Timur Nusantara yang juga berdomisili Malang.

Ironksi, pihak puskesmas juga mengaku tidak terlibat dalam perencanaan.

“Kenapa harus memilih kontraktor dari Malang, di Surabaya kan akeh (banyak), ada apa ini?,” kata juru bicara Komisi D, Imam Syafi’i, Selasa (23/12/2025).

Imam Syafi’i, menyatakan sidak dilaksanakan bersama Abdul Malik, William, Dr. Zuhrotul Mar’ah, dan Agus Mashuri, menemukan kedua proyek mengalami keterlambatan parah dan memiliki kekurangan yang melanggar standar.

Pembangunan Puskesmas Pegirian yang dikerjakan PT Java Cosmic Perkasa dengan anggaran Rp 8 miliar seharusnya diserahkan akhir November 2025. Namun, proyek tersebut masih belum tuntas meskipun diberi perpanjangan 15 hari.

“Seharusnya selesai akhir November ternyata tidak selesai, lalu diberi perpanjangan 15 hari ternyata juga belum selesai ketika disidak lagi tanggal 16 Desember,” ungkap Imam.

Selama pengerjaan, Puskesmas Pegirian numpang di lahan yang berdekatan dengan rumah sakit paru milik Pemprov. Selain keterlambatan, desain lahan yang memanjang juga menyebabkan tempat parkir terlalu kecil.

“Jumlah pegawai 35, sepeda motor saja sudah penuh. Nanti ambulans akan ditaruh di mana, padahal di pinggir jalan yang padat?” tutur Imam.

Saat ini, sisa pekerjaan di kedua puskesmas masih sekitar 10-15 persen, terutama bagian finishing seperti pengecatan dan pengepakan kabel. Yang paling mengkhawatirkan, kedua fasilitas tidak memiliki sprinkler dan hidran. Padahal hal itu diperlukan untuk memenuhi Sertifikat Layak Fungsi (SLF) tempat pelayanan kesehatan.

“Kalau tidak sesuai SLF, tambah tidak layak untuk merawat orang sakit,” kata Imam.

Renovasi kedua puskesmas sangat ditunggu masyarakat karena pengunjungnya terus meningkat. Puskesmas Manukan Kulon bahkan merata 300 orang per hari. (Nor)

    Leave feedback about this

    • Quality
    • Price
    • Service

    PROS

    +
    Add Field

    CONS

    +
    Add Field
    Choose Image
    Choose Video