Fraksi Gerindra DPRD Surabaya menyampaikan pandangan kritis terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Ajeng Wira Wati menyoroti penurunan serapan belanja daerah selama tiga tahun terakhir.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati memberi catatan penting terkait Realisasi Pendapatan Daerah tahun 2025 sebesar Rp 10, 63 triliun atau 91,66% dari target yang ditetapkan.
“Jenis pendapatan apa saja yang belum mencapai target? Mohon tanggapan,” tutur Ajeng saat menyampaikan pendapat akhir fraksi pada paripurna, Rabu (8/7/2026).

Ajeng juga menanyakan, faktor-faktor apa yang menyebabkan tidak tercapainya target pendapatan tersebut.
Kemudian, Realisasi Belanja Daerah tahun 2025 sebesar Rp 10,51 triliun atau Rp 85,70% dari anggaran.
“Program dari kegiatan apa saja yang memiliki tingkat serapan rendah sehingga menyebabkan tidak optimalnya realisasi belanja daerah?,” lanjut Ajeng.
Surplus dari kegiatan operasional, imbuh Ajeng mencapai Rp 7,68 triliun. Dari angka tersebut, fraksi Gerindra meminta tanggapan bagaimana pemerintah kota mengukur bahwa capaian surplus operasional tersebut telah sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Sejauh mana realisasi APBD tahun 2025 telah memberikan dampak terhadap penurunan angka kemiskinan, pengangguran, stunting dan peningkatan daya saing UMKM di Kota Surabaya?,” pungkas Ajeng.
Untuk diketahui, realisasi belanja APBD Surabaya pada tahun 2025 hanya menyentuh angka 85,70%. Angka ini menunjukkan penurunan konsisten jika dibandingkan dengan serapan tahun 2024 yang mencapai 86,94%, dan tahun 2023 sebesar 88,19%. (Nor)



Leave feedback about this