Hampir 200 siswa di 9 sekolah di kawasan Tembok Dukuh diduga keracunan setelah menyantap menu daging Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini cukup membuat khawatir banyak pihak. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya tidak tinggal diam.
Ajeng Wira Wati memberikan tanggapan tegas terkait insiden keracunan yang dialami ratusan siswa SD Tembok Dukuh saat pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Ajeng menekankan agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang di masa mendatang.
Ajeng mengingatkan bahwa esensi utama dari program MBG yang diinisiasi oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto adalah untuk membangun generasi yang sehat dan cerdas. Oleh karena itu, ketelitian dalam pelaksanaan di lapangan menjadi kunci utama.
“Penyelenggara harus berhati-hati dan tidak boleh terulang. Programnya Pak Prabowo ini tujuannya untuk menyehatkan dan mencerdaskan generasi bangsa, jadi jangan sampai hal seperti ini menciderai program yang sangat baik ini,” kata Ajeng, Senin (11/5/2026).
Terkait penanganan medis, Anggota Komisi D DPRD Surabaya ini juga mengaku telah menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.
Ia memastikan bahwa prosedur tetap (protap) darurat telah dijalankan sejak gejala awal muncul pada siswa.
Selain sisi teknis medis, Ajeng juga menaruh perhatian besar pada kondisi psikologis para siswa. Berdasarkan informasi dari wali murid, beberapa anak saat ini sudah berada di rumah untuk beristirahat, namun menyisakan trauma.
“Wali murid mengonfirmasi anak-anaknya sudah pulang beristirahat. Namun, mereka mengalami trauma. Harapannya, trauma ini tidak berat dan bisa cepat ditangani agar anak-anak tidak takut lagi,” tambahnya.
Sebagai bentuk fungsi pengawasan legislatif, Komisi D DPRD Surabaya berencana membawa masalah ini ke meja rapat.
Tidak menutup kemungkinan, Ajeng dan tim akan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi sekolah dan penyedia makanan.
“Iya, kami akan rapatkan hal ini. Mungkin juga kami akan melihat langsung ke lokasi (sidak) untuk memastikan semuanya kembali berjalan sesuai standar,” tutup Ajeng. (Nor)



Leave feedback about this