DPRD Surabaya Dorong Penyempurnaan Tata Kelola MBG
Perspektif

DPRD Surabaya Dorong Penyempurnaan Tata Kelola MBG

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045. Namun program ini dinilai perlu penyempurnaan terutama dalam tata kelola dan koordinasi lintas pemerintah daerah.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni mengatakan sejak awal program MBG hadir sebagai bentuk nyata perhatian negara terhadap kebutuhan gizi anak-anak. 

“Saya termasuk pihak yang sangat mendukung agar program MBG ini tetap diteruskan ya. Karena disamping ini program Prioritas Presiden untuk membangun SDM unggul, anak-anak Indonesia dalam rangka menyongsong Indonesia emas tahun 2045. Ini juga program yang sangat diharapkan oleh masyarakat Surabaya,” kata Fathoni.

Meski demikian, Fathoni menekankan pentingnya penyempurnaan tata kelola program MBG dengan melibatkan pemerintah daerah secara aktif agar pelaksanaannya lebih efektif dan terawasi.

“Kami berharap BGN (Badan Gizi Nasional) melibatkan pemerintah daerah secara aktif. Ini program jangka panjang dengan anggaran besar. Sebagian kewenangan seharusnya bisa didelegasikan kepada pemerintah daerah,” imbuhnya.

Seperti misalnya pengecekan kandungan gizi dan higienitas makanan dapat dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota dengan supervisi pemerintah provinsi. Sedangkan pengelolaan limbah dapur sekolah bisa melibatkan dinas lingkungan hidup setempat.

“Kalau semua fungsi pemerintahan daerah dilibatkan, saya yakin program ini akan sukses seperti yang diharapkan Presiden Prabowo dalam membangun SDM unggul ke depan,” ungkapnya.

Politisi Golkar ini menilai, berbagai persoalan yang muncul di sejumlah daerah selama ini lebih disebabkan oleh lemahnya koordinasi antarinstansi. 

Ia berharap pada tahun 2026 mendatang evaluasi dan perbaikan koordinasi segera dilakukan

“Selama ini BGN hanya meminta data peserta didik dari pemda, tapi belum melibatkan fungsi-fungsi pemerintahan seperti dinas kesehatan, dinas pendidikan, atau dinas lingkungan hidup. Padahal, jika dilibatkan semuanya, program ini akan berjalan jauh lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, ia juga meminta Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk meningkatkan koordinasi dengan sekolah sekaligus menyiapkan tambahan anggaran operasional bagi guru yang turut mendukung pelaksanaan program. 

Menurutnya, peran guru sangat penting dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, dan edukasi gizi siswa.

“Kami mendapat laporan ada guru yang tidak dilibatkan aktif, padahal mereka harus ikut memastikan kebersihan dan ketertiban makan siswa. Saya harap ada tambahan anggaran operasional untuk guru yang ikut mendampingi,” lanjutnya.

Fathoni berharap keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari penyaluran makanan bergizi, tetapi juga dari terbentuknya kebiasaan makan sehat sejak dini dan terbangunnya hubungan fungsional antara guru serta peserta didik. (Nor)

    Leave feedback about this

    • Quality
    • Price
    • Service

    PROS

    +
    Add Field

    CONS

    +
    Add Field
    Choose Image
    Choose Video