Dinamika Dewan

Resmi Pimpin DPRD, Syaifuddin Zuhri Fokus Konsolidasi 50 Legislator dan Sinergi dengan Pemkot

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Surabaya hari ini, Rabu (6/5/2026). Ia menggantikan Adi Sutarwijono yang meninggal pada 10 Februari 2026 lalu.

Dalam sidang paripurna, Syaifuddin menerima SK Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Raden Heru Kuntodewo.

Ketua PN Surabaya Raden Heru Kuntodewo juga mengambil sumpah jabatan Syaifuddin Zuhri sebagai Ketua DPRD Surabaya.

“Perlu saya ingatkan kepada Saudara bahwa sumpah atau janji yang akan Saudara ucapkan ini adalah mengandung tanggung jawab terhadap Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Tanggung jawab memelihara, menyelamatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyat,” ucap Ketua PN Surabaya Raden Heru kepada Syaifuddin dalam sidang paripurna.

“Sumpah ini di samping disaksikan oleh diri sendiri dan oleh semua yang hadir, juga yang terpenting sekali harus diyakini bahwa sumpah atau janji ini akan Saudara ucapkan disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan Yang Maha Mengetahui apa yang Saudara ucapkan dan apa pula yang tersimpan dalam hati Saudara. Dan kepada Tuhan itulah akhirnya pertanggungjawaban akan Saudara berikan,” tambahnya.

Kemudian diambil sumpah janji. Syaifuddin menirukan apa yang diucapkan oleh Raden Heru.

“Wallahi demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” bebernya.

“Dengan berpedoman kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi, seseorang dan golongan bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Syaifuddin.

Usai dilantik, Syaifuddin mengaku bersyukur sekaligus menyadari tanggung jawab besar yang kini diembannya. Ia menegaskan, posisi baru ini membawa konsekuensi peningkatan beban kerja yang harus dijalankan secara maksimal.

“Tentu saya merasa bahagia, namun di sisi lain saya juga harus memahami bahwa posisi saya sekarang berbeda. Beban kerja semakin banyak,” ujarnya.

Ia berkomitmen melanjutkan kerja-kerja yang telah dirintis pendahulunya, Adi Sutarwijono, terutama dalam hal kedekatan dengan masyarakat dan penguatan fungsi kerakyatan DPRD.

“Saya harus mampu melanjutkan apa yang sudah dilakukan almarhum Pak Adi, terutama kerja-kerja kerakyatan,” tegasnya.

Sebagai ketua, tantangan pertama yang akan dihadapi adalah menyatukan 50 anggota DPRD dengan latar belakang politik yang beragam. Menurutnya, perbedaan partai tidak boleh menjadi penghalang untuk bekerja demi kepentingan publik

“Tugas utama saya adalah menyinergikan dan mengompakkan seluruh anggota DPRD. Latar belakang kami berbeda-beda, tapi tujuannya harus satu, yaitu kepentingan rakyat,” katanya.

Selain konsolidasi internal, Syaifuddin juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang solid dengan Pemerintah Kota Surabaya. Ia memastikan DPRD akan terus bersinergi dengan eksekutif untuk mendorong pemerintahan yang lebih efektif dan responsif.

“Kami akan terus bekerja sama dengan Pemkot Surabaya untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih baik, kondusif, dan berpihak pada masyarakat,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, ia berencana menjalin komunikasi intensif tidak hanya dengan anggota dewan, tetapi juga dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Forkopimda hingga tokoh masyarakat dan LSM.

“Kami butuh masukan dari banyak pihak agar dalam membahas Surabaya bisa lebih komprehensif. Itu hanya bisa dilakukan kalau kita mau bekerja sama dan mendengarkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap pelantikan ketua DPRD baru ini mampu mempercepat kinerja pemerintahan daerah, khususnya dalam kolaborasi antara legislatif dan eksekutif.

“Semoga dengan pelantikan hari ini, kinerja bersama antara Pemkot Surabaya dengan DPRD bisa lebih cepat dan semakin bermanfaat untuk masyarakat,” kata Eri.

Dengan kepemimpinan baru di tubuh DPRD, diharapkan ritme kerja legislatif semakin solid. Sinergi dengan pemerintah kota pun menjadi kunci untuk mempercepat realisasi program dan menjawab kebutuhan warga Surabaya. (Nor)

Exit mobile version