Penertiban Pedagang Kaki Lima masih menjadi persoalan di kalangan masyarakat. Pedagang merasa didiskriminasi karena tidak bisa mencari nafkah. Hal ini terungkap saat reses M Machmud di Kelurahan Manukan Kulon, Surabaya Barat.
Salah seorang warga yang juga PKL merasa didiskriminasi karena Satpol PP yang melakukan penertiban, justru ikut mendirikan tenda di atas saluran.

“PKL dilarang berjualan di atas saluran, tapi ada pos Satpol PP yang berdiri di atas saluran. Kami mohon mungkin Pak Machmud bisa menyampaikan ke Pemkot Surabaya, jangan ada diskriminasi antara petugas dan masyarakat,” kata salah seorang warga yang juga PKL saat menghadiri undangan reses M Machmud di Manukan Sari Raya, Senin (5/10/2026) malam.
Salah seorang lansia juga mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum Kota Surabaya. Debit air di jam-jam sibuk justru berkurang atau bahkan mampet.
“Jam 4 pagi air tidak keluar, mulai lancar lagi saat jam 11 siang. Debit air kembali kecil Pak bahkan mati jam 4 sore hingga sekitar jam 7 malam. Saya mohon bantuan Pak, dikoordinasikan dengan PDAM, karena saya ini lansia,” tutur Bu Tri Utami, warga RT 4 RW 4 Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes.
Salah seorang warga juga mengadukan dampak proyek box culvert. Menurutnya, pasca penanaman box culvert di rumah warga, beberapa pagar dan teras rumah warga ada yang ambrol/longsor.
“Pagar hingga teras rumahnya ambrol longsor Pak. Yang mau saya tanyakan apakah biaya pembenahan ini kami bisa mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya atau swadaya? Kalau kami harus memperbaiki sendiri, alangkah kejamnya,” tegas Bu Ayu salah seorang warga RW 4 Kelurahan Manukan Kulon.
Berbagai keluhan tersebut diterima Machmud sebagai bahan aspirasi yang akan disampaikan ke Pemkot Surabaya. Untuk persoalan PKL, Machmud mengaku sudah mencari solusi lokasi yang cocok untuk PKL berjualan.
“Saya akan sewakan lahan, rencananya di Alfamidi Super, itu kan lahan parkirnya luas, barangkali itu bisa saya sewa terus saya gunakan untuk para PKL yang berjualan. Jadi pusatnya ada di situ semua. Itu masih ide, saya sudah keliling cari lokasi untuk PKL, baik yang gratis atau sewa, saya akan bantu sewa,” tegas Machmud.
Machmud juga menjelaskan bahwa tenda Satpol PP yang yang didirikan di lokasi tersebut memang difungsikan untuk pengawasan.
“Supaya area yang sudah dibersihkan, tidak kembali difungsikan untuk jualan,” pungkas M Machmud.(Nor)