Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Juliana Eva Wati, menyoroti alokasi anggaran untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya yang dinilai tidak seimbang dengan target dan hasil riset yang diharapkan.
Dalam rapat yang membahas anggaran BRIDA, di ruang Komisi C DPRD Surabaya, Juliana mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran sebesar 45 miliar rupiah dengan hanya satu program dan dua sub kegiatan.
“Anggaran sebesar ini, tapi alokasi untuk fasilitasi riset hanya 3,3 miliar, tidak sampai 10% dari total anggaran. Ini terasa kurang proporsional,” kata Juliana, Selasa,(21/10/2025)
Politisi PAN ini juga menyoroti penambahan anggaran BRIDA dibandingkan dengan Bappeda sebelumnya. Dengan adanya peningkatan tunjangan yang signifikan, ia mempertanyakan output yang dihasilkan BRIDA, terutama dalam mendukung inovasi kota Surabaya yang telah dikenal sebagai kota terinovatif.
“Kita punya anggaran yang cukup besar untuk tahun depan, berarti output kita di tahun 2026 harus sudah keluar. Target kita dalam satu tahun ini harus punya berapa riset?,” tanyanya.
Juliana yang akrab di sapa JeJe menekankan pentingnya BRIDA untuk menghasilkan riset yang signifikan, terutama dalam pengkajian, pengembangan, dan penerapan teknologi. Ia menyoroti anggaran untuk program tersebut yang hanya 198 juta rupiah, dan meminta penjelasan lebih rinci mengenai potensi dan pengawasan yang dilakukan.
“Dengan anggaran sebanyak ini, targetnya seperti apa? Kita harus punya target berapa riset yang harus dikeluarkan, yang memang fokus kepada target di RPJMD dan RPJPD,” tegasnya.
JeJe berharap, BRIDA dapat menghasilkan riset yang benar-benar bermanfaat dan mengembangkan kota Surabaya, khususnya dalam menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menekankan pentingnya penyesuaian anggaran dengan hasil riset yang diharapkan, tanpa harus mengurangi anggaran secara keseluruhan, dan akan terus mengkaji dan mengevaluasi anggaran BRIDA untuk memastikan efektivitas dan kontribusi nyata terhadap inovasi dan pembangunan kota.
“Kita harus punya riset yang benar-benar menghasilkan dan mengembangkan kota Surabaya, khususnya riset untuk menghasilkan PAD,” pungkasnya. (Nor)

