Perspektif

Jadi Perumda, KBS Bisa Buka Cabang di Luar Surabaya

Usai ditetapkan menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda), Kebun Binatang Surabaya digadang-gadang bisa meluaskan ekspansi bisnis ke luar Kota Pahlawan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pansus Raperda Perumda Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS), Yuga Pratisabda Widyawasta.

“Mereka ini kan sudah perumda, jadi perizinannya lebih luas, mau bentuk kerjasama dengan Mojokerto, bikin KBS di Mojokerto sebagai pengelola itu boleh, mau bikin cabang boleh, seperti Taman Safari boleh, mau buka dimana saja boleh,” tutur Yuga, Selasa (24/2/2026).

Legislator PSI itu menekankan KBS tetap fokus pada lembaga konservasi.

Meskipun berorientasi pada profitable, lanjut Yuga, baiknya tanpa mengesampingkan kesejahteraan hewan.

“Kejahteraan hewan itu di nomor satu. Jadi tantangan untuk Perumda KBS selain menjadi lembaga konservasi tapi juga profitable,” tegas Yuga.

Yuga menuturkan KBS juga mendapatkan respons positif dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni atas suskesnya penangkaran Komodo.

Menurut Yuga apresiasi Raja Juli itu disampaikan usai Rakernas PSI di Makassar.

“Saya dapat salam dari Pak Menteri Kehutanan pasca Rakernas kemarin. Beliau mengapresiasi penangkaran Komodo, di KBS paling bagus di Indonesia,” tutur Yuga.

Kesuksesan itu memantik Kementerian Kehutanan menyiapkan program penangkaran.

“Kementerian Kehutanan sedang menyiapkan program untuk pelepasan penangkaran. Nah lepas tangkar itu akan dilakukan. Dan itu kemungkinan ada pembicaraan antara BKSDA dan direksi KBS,” ujar Yuga.

Yuga juga memuji kinerja direksi KBS yang berhasil meningkatkan pendapatan sekitar 700 persen tahun 2025, jika dibandingkan 2024.

“Saya apresiasi itu, KBS jadi perusahaan umum daerah. Harapannya dengan adanya diversifikasi usaha KBS nanti bisa lebih besar lagi,” pungkas Yuga. (Nor)

Exit mobile version