Profil Dewan

William Wirakusuma Paparkan Kondisi Sekolah di Surabaya, Toilet hingga Pintu Kelas Rusak

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Surabaya menyoroti kondisi fisik bangunan sekolah SD dan SMP Negeri. Ia masih menemukan fasilitas pendidikan dengan toilet yang tidak berfungsi.

Hal itu ia sampaikan dalam Pemandangan Umum Fraksi PSI terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2027.

Mewakili Fraksi PSI, Wiliam Wirakusuma mengatakan pihaknya tetap mengapresiasi capaian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Namun, menurut Wiliam, capaian tersebut perlu diikuti dengan pembenahan persoalan yang masih ditemukan di lapangan, khususnya terkait fasilitas sekolah.

“Jadi kita apresiasi segala capaian pemerintah kota soal pencapaian dari angka-angkanya. IPM-nya sudah lebih bagus, kemudian TPT-nya juga turun. Tapi di lapangan kita temukan juga bahwa ternyata masalah-masalah di lapangan juga masih ada,” kata Wiliam setelah Rapat Paripurna pada Selasa (29/9/2026).

Anggota Komisi D DPRD Surabaya itu menyebut masih menemukan sekolah yang harus melakukan urunan untuk memenuhi kebutuhan sederhana, seperti sapu, cikrak hingga kipas angin.
“Terutama karena saya di Komisi D, saya menemukan bahwa di sekolah itu masih ditarik urunan kas untuk beli sapu, cikrak, terus kipas angin. Padahal seharusnya itu kan bisa dipakai BOS gitu ya,” ujarnya.

Tak hanya persoalan kebutuhan peralatan, Wiliam juga menyoroti kondisi toilet dan wastafel di sejumlah sekolah yang disebut tidak berfungsi dalam waktu lama.

“Toilet tidak berfungsi, wastafel sudah tahunan tidak bisa dipakai, itu masih banyak di sekolah. Dan laporan itu bergulung-gulung banyak yang masuk ternyata tidak cuma satu-dua sekolah. Ada banyak sekolah yang seperti itu, apalagi yang di pinggiran-pinggiran,” ungkapnya.

Ia bahkan menyebut terdapat sekolah negeri yang kondisi ruang kelasnya dinilai memprihatinkan. Salah satunya SMP Negeri 60 Surabaya yang disebut memiliki ruang kelas tanpa pintu.

“Terus ada juga sekolah yang pintu kelasnya tidak ada. Jadi pintu kelasnya itu tidak ada, bolong. Itu sekolah negeri, jadi ini kan sangat miris, itu di SMP 60” kata Wiliam.

Menurutnya, persoalan serupa juga ditemukan di beberapa sekolah lain. Ia menyebut SMP Negeri 18, SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 17 sebagai sejumlah sekolah yang fasilitas toiletnya masih membutuhkan perhatian.

“Terus ada laporan di SMP 18 itu juga toiletnya juga jelek gitu ya. Saya sempat ke SMP 3, toiletnya tidak berfungsi juga, wastafelnya tidak berfungsi. SMP 17, wastafelnya tidak berfungsi juga. Yang buat toilet cowoknya, untuk wastafelnya juga airnya tidak nyala pokoknya gitu,” tuturnya.

Karena itu, Wiliam meminta Pemkot Surabaya memberikan perhatian khusus terhadap anggaran pemeliharaan fasilitas sekolah.

Menurutnya, perbaikan toilet berkaitan langsung dengan kebersihan dan kesehatan siswa.

“Jadi memang perlu ada anggaran khusus mungkin untuk memperbaiki toiletnya dulu. Karena ini kan juga untuk kebersihan dan kesehatan anak-anak,” tegasnya.(Nor)

Exit mobile version