Momen Ramadhan hingga Idhul Fitri digadang-gadang menjadi puncak tertinggi perputaran ekonomi masyarakat. Masyarakat menjadi lebih konsumtif atau UMKM tengah naik daun?
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mochamad Machmud mengatakan, selama bulan puasa hingga menjelang Idulfitri, hampir seluruh sektor usaha mengalami peningkatan aktivitas. Mulai dari pedagang kecil hingga usaha skala besar merasakan dampak positif dari meningkatnya daya beli masyarakat.
“Selama puasa hingga menjelang Lebaran, ekonomi UMKM pasti naik. Mulai dari yang kecil sampai yang besar ikut merasakan,” ujarnya.
Machmud mencontohkan, pedagang makanan menjadi salah satu sektor yang paling merasakan lonjakan permintaan. Mulai dari penjual makanan kaleng hingga pedagang gorengan mengalami peningkatan penjualan yang cukup signifikan selama Ramadan.
Menurut dia, pola konsumsi masyarakat juga berubah selama bulan puasa. Meski siang hari tidak makan, saat berbuka justru banyak masyarakat yang membeli lebih banyak makanan dibandingkan hari biasa.
“Namanya puasa, siang tidak makan. Tapi saat berbuka justru kecenderungannya makan lebih banyak dibanding hari biasa,” katanya.
Selain pedagang makanan, sektor usaha lain yang diuntungkan adalah restoran. Banyak tempat makan di Surabaya yang dipenuhi reservasi masyarakat yang ingin menggelar acara buka puasa bersama.
“Restoran biasanya penuh. Banyak yang sudah melakukan reservasi untuk buka bersama,” jelasnya.
Tak hanya itu, pengrajin parcel juga merasakan lonjakan permintaan menjelang Lebaran. Tradisi saling memberi bingkisan membuat pesanan parcel meningkat dibanding hari biasa.
Meski demikian, Machmud menilai pemerintah kota perlu lebih aktif mendorong penguatan ekonomi masyarakat selama Ramadan. Selama ini, menurutnya, langkah yang dilakukan masih terbatas pada penyelenggaraan pasar murah.
“Selama ini pemkot terkesan pasif. Hanya menggelar pasar murah, tapi kenyataannya harga yang dijual seringkali sama dengan harga di pasaran,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar mampu membaca peluang pasar selama Ramadan. Menurutnya, pedagang harus mampu beradaptasi dengan tren dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah setiap tahunnya.
“Pelaku usaha harus siap sejak awal menyambut Ramadan dan Lebaran. Pedagang juga harus bisa membaca tren atau hal yang sedang viral karena itu memengaruhi minat masyarakat,” pungkasnya. (Nor)

