Surabaya 24 Hours

Forwan Surabaya Bagikan 500 Paket Kurban Pakai Besek Ramah Lingkungan

Semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha diwujudkan Forum Wartawan Surabaya (Forwan) melalui kegiatan pembagian 500 paket daging kurban kepada loper koran dan tukang sapu jalanan di Kota Surabaya. Ratusan paket daging kurban tersebut dibungkus menggunakan besek sebagai pengganti plastik.

Panitia kegiatan kurban Forwan Surabaya, MN Hadi, mengatakan penggunaan besek dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap pengurangan sampah plastik saat pembagian hewan kurban.

“Selain lebih ramah lingkungan, besek juga lebih kuat dan memberi nilai tradisional dalam pembagian kurban tahun ini,” kata MN Hadi, Kamis (28/5/2025).

Pembagian paket daging kurban dilakukan secara langsung oleh pengurus dan anggota Forwan Surabaya di sejumlah titik. Para penerima tampak antusias menerima bantuan yang diharapkan dapat menambah kebahagiaan mereka dalam merayakan Idul Adha.

“Loper koran dan tukang sapu jalanan merupakan bagian dari masyarakat yang berjasa dalam kehidupan kota sehari-hari. Mereka bekerja sejak dini hari hingga malam untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan informasi tetap sampai ke masyarakat. Karena itu, mereka layak mendapatkan perhatian,” ujarnya.

Menurut Hadi, pembagian 500 paket daging kurban tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur sekaligus upaya menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Kami ingin Idul Adha tidak hanya dirasakan oleh mereka yang mampu, tetapi juga membawa kebahagiaan bagi para pekerja kecil yang selama ini jarang tersentuh. Semoga apa yang kami lakukan bisa sedikit membantu dan memberi manfaat,” katanya.

Sementara itu, Pembina Forwan Surabaya, Arief Syahrul Alam, menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini menjadi bagian dari komitmen insan pers untuk tetap hadir dan peduli terhadap masyarakat kecil.

“Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum memperkuat rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial. Wartawan bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitarnya,” tutur Alam.

Alam menambahkan, pekerja informal seperti tukang sapu jalanan dan loper koran memiliki kontribusi besar bagi wajah Kota Surabaya. Karena itu, perhatian terhadap mereka tidak boleh berhenti hanya pada momen tertentu saja.

“Mereka adalah bagian penting dari denyut kehidupan kota. Tukang sapu menjaga kebersihan Surabaya setiap hari, sementara loper koran ikut membantu distribusi informasi kepada masyarakat. Sudah sepatutnya kita bersama-sama memberikan apresiasi dan perhatian kepada mereka,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak pihak sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dijaga. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, jika dilakukan bersama-sama akan memberi dampak besar bagi masyarakat,” tandasnya.(Nor)

Exit mobile version